![]() | |
| Kompak: Ibu-ibu Melakukan ngocek rempah-rempah |
Lomba Haflatul
Imtihan terkendala oleh cuaca kemarin (hari Kamis tanggal 13). Hujan mulai dari
pagi hari sampai malam hari. Sekolah tampak sepi, hanya sebagian siswa yang
hadir kesekolah.
Di lain
tempat, para ibu-ibu berbondong hadir ke dhalem KH. As’adi. Tak peduli
hujan, mereka (para ibu-ibu) dengan menggunakan payung tetap hadir ke dhalem
pengasuh itu. Di dhalem ini mereka secara bersama-sama dengan
semangat kegotongroyongannya, mengerjakan beberapa pekerjaan demi
terselenggaranya Haflatul Imtihan. Pekerjaan itu antara lain ngocek
rempah-rempah, ngupas kelapa, dlsb.
Ibu-ibu itu
semangat sekali melakukan pekerjaannya. Ibu-ibu itu bukan tidak ada pekerjaan
lain di rumahnya, malah numpuk, tapi demi terselenggaranya Haflatul Imtihan di
Nasy-atul Muta’allimin, ibu-ibu itu rela meninggalkan pekerjaannya. Ibu-ibu itu
tidak mengharapkan bayaran, popularitas, dlsb., yang ada bagi mereka adalah roh
pengabdian bagi masyarakat ini.
Inilah kelebihan
yang dimiliki Nasy-atul Muta’allimin. Nasy-atul Muta’allimin tidak pernah lepas
hubungan dengan masyarakat. Maka dari itu, saya mengharapkan, kedepan jaga dan
terus upayakan untuk lebih baik hubungan itu. Coba seandainya tidak ada
masyarakat yang peduli betapa sulitnya Nasy-atu Muta’allimin ini untuk
menyelenggarakan Haflatul Imtihan. Sekali lagi ini merupakan kelebihan dan
keberuntungan Nasy-atul Muta’allimin. (Sardi)




Posting Komentar