Semarak Lomba Haflatul Imtihan

Minggu, 16 Juni 20131komentar

Semangat: Siswa sedang adu tanding dalam lomba bulu tangkis

Kalau ada ungkapan bahwa Haflatul Imtihan merupakan lebaran bagi siswa Nasy-atul Muta’allimin, memang benar. Hal ini terbukti dengan semangat dan kegembiraan siswa dalam mengikuti beberapa perlombaan. Ya, memang benar ungkapan itu, karena momen yang seperti ini hanya satu kali dalam setahun.
“Hore,,hore” teriak sebagian siswa untuk mengobarkan semangat temannya yang lagi adu tanding dalam lomba bulu tangkis. Setiap hari Nasy-atul Muta’allimin riuah dan ramai. Inilah semarak Haflatul Imtihan di Nasy-atul Muta’allimin. Dalam momen ini ada banyak macam lomba, diantaranya adalah lomba catur, pidatu, puisi, bulu tangkis, cerdas cermat, dan banyak lagi yang lainnya.
Disisi lain, dalam jalannya pelaksanaan lomba lagi-lagi terganggu dengan cuaca yang seperti saat sekarang ini. Bapak Sahwari sebagai wakil dari ketua umum kordinator lomba itu mengatakan ketika ditanya tentang hal ini: “Jalannya lomba kurang lancar. Banyak penanggung jawab yang tidak hadir disebabkan hujan”. Bebernya ketika dihubungi lewat handpone.
Lanjutnya lagi ketika ditanya tentang eksistensi lomba dalam Haflatul Imtihan di Nasy’atul Muta’allimin mengatakan bahwa lomba ini untuk membentuk mentalitas siswa yang baik. “Lomba ini untuk membentuk mentalitas siswa baik”. Katanya.
Sepanduk-sepanduk bertuliskan Nasy-atul Muta’allimin sudah terpasang berjajar di pinggir jalan raya itu menghiasi bumi Nasy-atul Muta’allimin. Ibu-ibu santri TK dan para ustadzah sedang sibuk-sibuknya melatih anaknya. Ada yang melatih menari, wisuda, dlsb. Hal ini dilakukan untuk persiapan tampil sempurnah dalam acara puncak nanti.
Di sebelah barat Madrasah tampak bapak Rahwini sedang bekerja keras dalam menyelesaikan dekorasi. Setiap malam jam 01.00-02.00 WIB baru istirahat. “Ya ini saya sedang bekerja keras, setiap malam jam 01.00-02.00 WIB saya baru istirahat”. Kata bapak Rahwini ketika ditanya. “Hal ini dilakukan takut tidak selesai ketika malam puncak”. Lanjutnya.
Dari yang saya lihat, dekorasi itu didesain amat menarik. Didesain merip masjid yang megah. Pokoknya ini dijamin indah ketika nanti dipasang ke atas panggung.
Di tempat lain, di depan dhalem KH. As’adi, terlihat bapak Hossin, Misuhri, Rawi, dan banyak orang yang lainnya, sedang mengikat sapi dengan tambang. Dengan tindakan lembut mereka melilitkan tali itu ke badan dan kaki sapi. Ketika dilihat semua siap, “het” katanya orang-orang, robohlah sapi itu. Dengan cepat Padli menumpangkan pisau keleher sapi itu dan menyembilihnya. Sekejab, darah mengalir dari leher sapi itu. Begitulah, ketika korban harus berjatuhan. (Sardi)



Share this article :

+ komentar + 1 komentar

9 Januari 2015 pukul 19.54

Teruslah berkarya Al Jailani

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Al-Jailani | Nasy-atul Muta'allimin
Copyright © 2011. Nasy-atul Muta'allimin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website by Nasy-atul Muta'allimin
Proudly powered by Cholis