Pembukaan Haflatul Imtihan, Istighasah di Makam Pendiri

Rabu, 12 Juni 20130 komentar

Siswa/i Istighasah di Makam Pendiri, KH. Jailani

Haflatul Imtihan ialah akhir dari sebuah pelajaran (dirasa) di madrasah (sekolah). Haflatul Imtihan sebagai bentuk rasa syukur atau perayaan dari santri (siswa). Selanjutnya akan disebut santri selama satu tahun mengikuti kegiatan belajar mengajar. Satu minggu --ada yang lebih-- sebelum haflatul imtihan terdiri banyak lomba yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Santri pada gembira dalam menyemarakkan perayaan ini.
Seperti halnya di madrasah Nasy-atul Muta’allimin. Pagi itu madrasah Nasy-atul Muta’allimin mendadak ramai sekali di halamannya. Karamaian terjadi karena semua santri berhambur keluar. Tampak beberapa guru untuk menertibkan semua santri yang ada di halaman madrasah. Mereka (para guru) begitu telaten membetulkan baris berbaris santrinya. Tak lama, semua santri itu berjalan mengikuti jalan raya menuju makam pendiri madrasah, KH. Jailani yang berjarak ± 200 meter ke selatan dari madrasah. Para santri itu berbaris rapi bersama teman-temannya untuk beristighasah ke makam KH. Jailani.
Betul hari Rabu tanggal 12 Juni, dimana hari itu adalah hari pembukaan Haflatul Imtihan. Pembukaannya, dibuka dengan istighasah di makam pendiri, KH. Jailani oleh para guru, siswa, karyawan, dan masyarakat sekitar Nasy-atul Muta’allimin. Istighasah ini sebagai tanda hormat pada pendiri, KH. Jailani atas jasanya.
Dimakam itu, setelah semua santri, guru, karyawan, dan masyarakat sampai, KH. Muslim (ketua yayasan Al-Jailani) menyambutnya. Beliau menyampaikan lewat soun sistem  bahwa istighasah ini untuk do’a bersama, semoga pendiri diberikan tempat yang baik di sisi-Nya juga Haflatul Imtihan merupakan gawe dari madrasah Nasy-atul Muta’allimin semoga berjalan lancar. Seketika para santri dan semua orang yang ada di makam itu mengamininya.
Tak lama kemudian, seusai KH. Muslim itu menyampaikan beberapa hal, istghasah dimulai dipimpin langsung oleh KH. As’adi AS., pengasuh madrasah Nasy-atul Muta’allimin dan KH. Hanafi, dewan guru madrasah. Sesaat, semua yang hadir ke makam itu larut kedalam asma-asma suci Allah Swt. Afdlalu dzikri qaulu Lããilaha illallaah.
Hampir sejam, istighasah itu selesai. Semua santri dan semua yang hadir ke makam itu kembali ke madrasah dengan tertib. (Sardi)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Al-Jailani | Nasy-atul Muta'allimin
Copyright © 2011. Nasy-atul Muta'allimin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website by Nasy-atul Muta'allimin
Proudly powered by Cholis