Sajak-Sajak Qurratul Faizah

Jumat, 21 Juni 20130 komentar


Hujan Pagi Hari
Semoga komboja kan mekar di matamu
Warna putih di tanggal yang kesekian
Tetes demi tetes air
Mengucur bagai dentang jam.

Bibirku kedinginan dipagi ini
Rebahkan secangkir kopi di meja hati
Tak dapat kudengar
Serak-serak arlojimu
            Mana?
Hanya huruf  kecil yang kau anggap
Mertuamu duduk di teras rumahku
            Mana?
Suaramu begitu kering di pagi ini
Bukankah rintik-rintik masih terlalu sepi
            Mana?
Mungkin hingga cerah itu kembali melamarku.

:Paren-duen chamar,Q
Akhir Cerita
Meski pelan-pelan bungkuk
Menutup diri hingga lapuk
Timang-timang aku,
            Sebentar saja
Aku tak mau di akasiakan
Aku tak mau di tembangkan
Semuanya telah susup.
Timang-timang aku,
Sebentar lagi sekelompok waktu
Yang siap menudingku.
Hanya sebentar saja.

:One
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Al-Jailani | Nasy-atul Muta'allimin
Copyright © 2011. Nasy-atul Muta'allimin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website by Nasy-atul Muta'allimin
Proudly powered by Cholis