Hujan
Pagi Hari
Semoga komboja kan mekar di
matamu
Warna putih di tanggal yang
kesekian
Tetes demi tetes air
Mengucur bagai dentang jam.
Bibirku kedinginan dipagi ini
Rebahkan secangkir kopi di
meja hati
Tak dapat kudengar
Serak-serak arlojimu
Mana?
Hanya huruf kecil yang kau anggap
Mertuamu duduk di teras
rumahku
Mana?
Suaramu begitu kering di pagi
ini
Bukankah rintik-rintik masih
terlalu sepi
Mana?
Mungkin
hingga cerah itu kembali melamarku.
:Paren-duen chamar,Q
Akhir Cerita
Meski pelan-pelan bungkuk
Menutup diri hingga lapuk
Timang-timang aku,
Sebentar saja
Aku tak mau di akasiakan
Aku tak mau di tembangkan
Semuanya telah susup.
Timang-timang aku,
Sebentar
lagi sekelompok waktu
Yang
siap menudingku.
Hanya sebentar saja.
:One


Posting Komentar